Salah satu sumber daya alam yang dapat di optimalkan di Desa Mekarsari, Kecamatan Mekarmukti Kabupaten Garut adalah pohon aren. Air yang dihasilkan dari pohon aren dapat diolah menjadi gula aren yang memiliki nilai jual. Ibu Hasanah & Bapak Aden Supiadin warga Kampung Pangawaren yang mencari penghasilan ekonomi melalui produksi gula aren.
Sudah 6 tahun lamanya pasangan suami istri ini memproduksi gula aren untuk menghasilkan pundi – pundi rupiah. Bapak Aden bertindak sebagai penyadap lahang semenara yang mengolah adalah Ibu Hasanah. Dalam satu hari rata – rata mereka memproduksi 10kilo gula aren , namun terkadang tidak menentu tergantung banyaknya ari lahang yang didapat.
Pengolahan air lahang hingga menjadi gula aren prosesnya cukup memakan waktu yang lumayan lama. Air lahang yang sudah dibawa ke tempat pemasakan, akan langsung dimasak. Jika jumlah air lahang sudah cukup satu wajan maka akan dimasak hingga menjadi gula. Lama pemasakan sekitar 5 jam sambil sesekali di aduk. Setelah itu proses pencetakan ke dalam cetakan yang terbuat dari bambu. Gula aren yang sudah membeku dibiarkan satu malam, kemudian dibungkus.
Gula aren yang sudah siap dijual pada bandar yang biasa datang ke lokasi dengan harga 15ribu rupiah perkilonya. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah agar membantu dalam pengembangan usahanya tersebut.